Lihat, Baca, Nikmati, Muntahkan

Sabtu, 15 September 2012

Raja pandir tua


adalah raja pandir tua
berkelibat dalam diamnya
setelah sang purnama terbaring
sang buta dengan tongkat ditangan
meneggelamkan hasrat ingin sang raja dusta
hai kau penegndali angin
langkah seribu penuh arti
menutup diri dari pagi sepi

raja pandir tua dalam sabdanya
terkutuklah engkau purnama
mati lah engkau tata surya
leburlah engkau wahai kejora
tinggi diam kusut manggut nurut
apa dan menghilang sudah
dan kembali sang dusta terbaring
diam dalam peraduan lengan purnama
dalam kekal kutukan raja pandir tua


Kamis, 13 September 2012

Siapa ????


ku beranjak dari lelap ini
dan apa yang menjadi sebuah pertanyaan
segenap cerita menjadi tabu tuk terucap
hilang makna karena sebuah sebab
siapa diriku
siapa dirinya
hanya ilusi berkedok realitas yang jadi refleksi

semua semu
semua bisu
hanya helaan nafas kecil
dan menghilanglah sudah
kita ini debu
meraka itu pasir
dan hujan menghanyutkannya
terbawa arus jauh
hingga terbentur dinding tebal kerajaan neptunus

ahhh...

dan kita masih memakai topeng - topeng besi
hasil rekayasa kotak kecil bernama Televisi
dengan nyamannya membenturkan dengan hari
lantas....
siapa aku?
siapa kita?