adalah raja pandir tua
berkelibat dalam diamnya
setelah sang purnama terbaring
sang buta dengan tongkat ditangan
meneggelamkan hasrat ingin sang raja dusta
hai kau penegndali angin
langkah seribu penuh arti
menutup diri dari pagi sepi
raja pandir tua dalam sabdanya
terkutuklah engkau purnama
mati lah engkau tata surya
leburlah engkau wahai kejora
tinggi diam kusut manggut nurut
apa dan menghilang sudah
dan kembali sang dusta terbaring
diam dalam peraduan lengan purnama
dalam kekal kutukan raja pandir tua