Lihat, Baca, Nikmati, Muntahkan

Minggu, 12 Juni 2016

Takdir

selalu ada mimpi yang dibujuk untuk menghilang
dan ketika bertemu dipersimpangan jalan
hanya satu arah yang bisa dipilih
hingga meninggalkan kisah menarik yang sudah

tak adil memang
namun apa kuasa
satu jalan harus tetap dipilih
ya mereka bilang
takdir

Bogor, 120616

Ingus

sorot ucap diam dalam lori-lori
sore pengap disudut belakang apartmen
menjulang megah membelah angkasa
menjulang megah angkuh yang kuasa
ingus-ingus meler keluar
bocah dekil dalam lori-lori
mendulang senang
berlari riang
mendorong mimpi sederhana
diselang laju kereta cepat antar provinsi
tak sadar apa itu susah
tak sadar apa itu papa
tak mau tau apa kita jadi gembel atau
gelandangan saja

ingus hijau mengering
dan magrib mulai menarik
kardus berbentuk rumah
tempat sekedar memejam mata
karena esok akan datang lagi
kembali berlari mendorong lori-lori

Bogor, 240516

Jangan Salahkan

aku tak mengerti
hanya satu tegukkan membuatku terbawa
apa yang ku tau!

saat jutaan mata mendakwaku
"pemerkosa, pembunuh, biadab tak punya hati
dan pantas untuk membusuk mati"
apalah yang ku tahu!

aku sama seperti kalian
ramaja biasa yang mencoba mencari pergaulan
nongkrong dan minum pastilah pernah kau lakukan
sudah lah jangan munafik dan berkata "aku tak pernah mencoba"
apalah yang ku tahu, aku hanya seorang remaja!

cobalah telaah kembali
aku ini juga korban
kecepatan zaman merubahku
Lingkungan menyeretku
keminiman pengetahuan mengutukku
dan kekuatan agama tak mengekangku

jika ingin kau salah kan
kenapa tak menuntut iblis serta pasukan setannya
yang telah menggodaku
dan menjadikan ku seperti ini!!!

Bogor, 130516

Rabu, 12 Agustus 2015

Diasingkan

aku menjadi individu yang berbeda
terbiasi terkurung dalam pikiran
tak tahu menahu tentang kehidupan
kenangan seperti buku panduan
menempatkanku pada zona nyaman
yang lekat tak bisa lepas
mencoba merealisasikan konsep pun
tak pernah berjalan dengan keinginan
detak lamban
aku berjalan pelan
tidak
aku hanya diam
pikiranku yang saja menganggap aku telah berlari
tapi ketika sadar
aku masih menyudut dalam sudut
tak jadi apa-apa
tak melakukan apa-apa
aku diasaingkan oleh pikiranku sendiri

Bogor, ‎February ‎17, ‎2015

Teduhan

bukan sekedar teduhan
detik detik penuh arti
rintik hujan yang dikagumi
tangan peluk tak lekat hangat
namun jiwa dalam tautan menjadi jembatan
bukan sekedar teduhan
cerita mu yang membangkitkan kenangan
kita berkaitan tak bertautan
terik
tak menarik
dan ku lepaskan saja
selamat tinggal

Bandung, ‎November ‎07, ‎2014

Sebatang Korek

tidak lah rembulan dalam wajah mu

tidak lah seperti telaga
yang jernihnya membuyarkan setapak cerita

kita dan purnama tak lagi menjadi saksi
disebelahan
dan kehilangan mulai menjadi biasa

bukan hutan
tak juga lautan
tempat kan tuk bersembunyi
atau berteriak

siapa? yang tak menjadi jelas

katika

dan pelangi pun tak akan pernah muncul lagi
hanyalah ilusi
terselubung
dan mati dalam pengemisan
mengemis sejumput kasih

harapan dalam sebatang korek
ketika terpejam
hilanglah bersama dingin malam

selamat jalan
dan bahagialah di sana


Bandung, ‎October ‎31, ‎2014

Rindu

rindu itu adalah beban
tak akan sepasti senja kuning
saat dimana matahari dengan lembutnya berciuman dengan bulan
bukan,
tidak seperti itu
tak ada yang pasti dalam rindu
entah itu hanya kau
entah itu hanya dia
tak akan selembut kasih sayang ibu
ketika meneteki anaknya dipangkuan
rindu kabanyakan hanya akan diasosiasikan dengan rasa kesedihan
patah hati, galau, atau mengharap cinta yang tak kunjung datang
tak ada yang pasti dalam rindu
tidak juga sepasti fajar
ketika bulan kembali berangkulan dengan matahari
walau sepersekian detik saja

Bandung, ‎October ‎21, ‎2014