Lihat, Baca, Nikmati, Muntahkan

Jumat, 16 Maret 2012

belum tuntas

dan semu berjalan sebagimana mestinya
ketika seonggok rasa telah pergi
hilang diterbangkan kemarau yang lalu

masih lekat dalam ingatanku
kau berjarak dua kaki dari sisi
berselendang kabut tipis petang
melambai kearahku dengan tatapan sendu biru
wajah yang kurindukan sekian lama
sunyi tersimpan dam penantian
megharap tu merangkulku
agar tau kamana jalan pulang

semuanya terasa bersih
saat udara pagi mengganti imaji mimpi malam tadi
keu tatap aku semakin lekat,
tak lagi kujumpai suatu keraguan

gurat usia kita tak lagi muda
namun cinta tak bertanya umur
mengalir bagai antivetamin
mencandu dan berbuah dosa
kita berdua berbaring bertumpukan
harmonisasi detak jantung
terdengar beriring dalam peluk kita berdua
dan akhirnya ku temukan sebuah cerita....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar