sudah..sudah..sudah
kau berbisik sedikit demi sedikit
dalam serpihan
remah-remah realitas
aku bersanding dengan kegalauan
termat tak mengeri
menjadi sebua abstaraksi
yah kita buta
dalam setiap refleksi mata
kita tak atu apa sebenarnya
hanya kebiasaan yang jadi sebab
atau sedikit tuntutan
yang menjadi pemicu
ah...
kita ini telah mati
dari hasrat yang tak kunjung berakhir
yah benar kita
mati oleh hasrat itu sendiri
tak perlu untuk mengerti ocahanku kawan
sebaba kau pun hanya perantara
atas bisikan tangan yang ingin bicara
July 19, 2013, 9:50:52 PM
it's about the journey of my perspective throught the time... people called it a notes but it was not...
Lihat, Baca, Nikmati, Muntahkan
Senin, 11 November 2013
Tuli
aku tak sedang bicara tentang kehidupan
satu jalan menuju keabadian?
atau kematian yang ditakutkan!!
aku mencari inti dari tujuan
apa itu?
APA ITU?
seperti abstraksi dalam segenap pikiran
condong diriku dalam ketidak tahuan
kebingungan yang teramat
menjadi jawaban yang tak terjawabkan
apa seperti demikian terus
seperti terus itukah?
kurasa aku hanya bermain-main dalam pikiranku
berbincang tanpa wacana dalam otak ini
bicara dengan diri sendiri!!
terus..
terus..
dan terus...
kadang aku ingin tuli
dari mendengar suara dalam otak ini
July 11, 2013, 5:36:12 PM
satu jalan menuju keabadian?
atau kematian yang ditakutkan!!
aku mencari inti dari tujuan
apa itu?
APA ITU?
seperti abstraksi dalam segenap pikiran
condong diriku dalam ketidak tahuan
kebingungan yang teramat
menjadi jawaban yang tak terjawabkan
apa seperti demikian terus
seperti terus itukah?
kurasa aku hanya bermain-main dalam pikiranku
berbincang tanpa wacana dalam otak ini
bicara dengan diri sendiri!!
terus..
terus..
dan terus...
kadang aku ingin tuli
dari mendengar suara dalam otak ini
July 11, 2013, 5:36:12 PM
Sabtu, 09 November 2013
Tempat itu
tak banyak yang kumimpikan
tak mewah yang kuinginkan
tak megah yang kucita-citakan
aku hanya ingin damai
sedamai tetesan hujan dipagi hari
sedamai hembusan angin sore
atau sedamai sabtu petang
pada tempat itu
tempat imajinasi
namun seperti dekat
melekat dalam memoriku
bawa aku kesana tuhan
bawa aku pada rasa yang selalu terlintas
bawa kau tuk mencicipinya dalam realitas
dalam alam nyatamu
karena aku hanya ingin itu...
Bandung, July 05, 2013, 6:34:53 PM
tak mewah yang kuinginkan
tak megah yang kucita-citakan
aku hanya ingin damai
sedamai tetesan hujan dipagi hari
sedamai hembusan angin sore
atau sedamai sabtu petang
pada tempat itu
tempat imajinasi
namun seperti dekat
melekat dalam memoriku
bawa aku kesana tuhan
bawa aku pada rasa yang selalu terlintas
bawa kau tuk mencicipinya dalam realitas
dalam alam nyatamu
karena aku hanya ingin itu...
Bandung, July 05, 2013, 6:34:53 PM
Tetes Hujan
seperti tetesan hujan
aku memikirkanmu dalam kesendirian
sepi..sendiri
yang merenggutku akan dirimu
pagi
pagi itu saat angin menerpa kita berdua
rintik gerimis mengiringinya
aku rindu gelak tawamu
dalam kecerian masa kecil kita
kita berdua
hanya kita berdua
tetes air hujan membawaku
pada jiwamu
yang takkan pernah bisa ku sentuh
kau berderai bersama tetesannya
dan ketenanganya
aku berlindung pada kehangatan
selepas datangnya dingin
dari basah
dari sejuk
dari rasa segar
yang kurindukan
serindu diriku padamu
Bandung, July 05, 2013, 6:27:10 PM
aku memikirkanmu dalam kesendirian
sepi..sendiri
yang merenggutku akan dirimu
pagi
pagi itu saat angin menerpa kita berdua
rintik gerimis mengiringinya
aku rindu gelak tawamu
dalam kecerian masa kecil kita
kita berdua
hanya kita berdua
tetes air hujan membawaku
pada jiwamu
yang takkan pernah bisa ku sentuh
kau berderai bersama tetesannya
dan ketenanganya
aku berlindung pada kehangatan
selepas datangnya dingin
dari basah
dari sejuk
dari rasa segar
yang kurindukan
serindu diriku padamu
Bandung, July 05, 2013, 6:27:10 PM
Kesepian
mungkin sudah puluhan tanya aku utarakan
jutaan rasa sendirian terus kurasakan
berkali - kali berungkali
leleh dan letih menjadi topik perbincangan
dengan diriku sendiri
yang jelas aku benar - benar kesepian
benar - benar butuh teman
kekasih
sahabat
mungkin keduanya
aku sudah terlalu bosan dengan diam
terus berdiskusi dengan isi kepala sendiri
terus berdebat dengan hasrat sendiri
aku benar kesepian
aku kesepian
sepi
sendiri
kesepian
Bandung, March 05, 2013, 8:56:12 PM
jutaan rasa sendirian terus kurasakan
berkali - kali berungkali
leleh dan letih menjadi topik perbincangan
dengan diriku sendiri
yang jelas aku benar - benar kesepian
benar - benar butuh teman
kekasih
sahabat
mungkin keduanya
aku sudah terlalu bosan dengan diam
terus berdiskusi dengan isi kepala sendiri
terus berdebat dengan hasrat sendiri
aku benar kesepian
aku kesepian
sepi
sendiri
kesepian
Bandung, March 05, 2013, 8:56:12 PM
Itu disana
recehan
remah-remah
guguran daun
hembusan angin
gersang...
tandus..
rintih..
sakit..
keringat menetes..
tes..tes..tes..
setitik demi setitik
dan hujan
mengguyur
antara amarah dan berkah
sama saja
tiada beda
yah itu disana
samudra luas
bau asin menyerbak
dan jiwaku tenggelam di dalamnya
Bandung, July 04, 2013, 4:13:08 PM
remah-remah
guguran daun
hembusan angin
gersang...
tandus..
rintih..
sakit..
keringat menetes..
tes..tes..tes..
setitik demi setitik
dan hujan
mengguyur
antara amarah dan berkah
sama saja
tiada beda
yah itu disana
samudra luas
bau asin menyerbak
dan jiwaku tenggelam di dalamnya
Bandung, July 04, 2013, 4:13:08 PM
Takdir
takdir
yah...
selau saja seperti demikian
entah menjadikan sebagai alasan
atau meraka berkata itu sebuah suratan
yah takdir...
jelaskan semua itu kepadaku
dengan setiap kata yang sanggup ku mengerti
jelaskanlah dengan jelas
agar ku bisa paham
agar ku bisa mengerti
agar AKU bisa menerima
mepercayainya
biarku berjalan tanpa ada kepura-puraan lagi
tak gontai tanpa ada arah tujuan
agar aku bisa selamat dari diriku ini....
takdir
yah...
selau saja seperti demikian
entah menjadikan sebagai alasan
atau meraka berkata itu sebuah suratan
yah takdir...
jelaskan semua itu kepadaku
dengan setiap kata yang sanggup ku mengerti
jelaskanlah dengan jelas
agar ku bisa paham
agar ku bisa mengerti
agar AKU bisa menerima
mepercayainya
biarku berjalan tanpa ada kepura-puraan lagi
tak gontai tanpa ada arah tujuan
agar aku bisa selamat dari diriku ini....
Bandung, May 12, 2013, 3:32:57 AM
yah...
selau saja seperti demikian
entah menjadikan sebagai alasan
atau meraka berkata itu sebuah suratan
yah takdir...
jelaskan semua itu kepadaku
dengan setiap kata yang sanggup ku mengerti
jelaskanlah dengan jelas
agar ku bisa paham
agar ku bisa mengerti
agar AKU bisa menerima
mepercayainya
biarku berjalan tanpa ada kepura-puraan lagi
tak gontai tanpa ada arah tujuan
agar aku bisa selamat dari diriku ini....
takdir
yah...
selau saja seperti demikian
entah menjadikan sebagai alasan
atau meraka berkata itu sebuah suratan
yah takdir...
jelaskan semua itu kepadaku
dengan setiap kata yang sanggup ku mengerti
jelaskanlah dengan jelas
agar ku bisa paham
agar ku bisa mengerti
agar AKU bisa menerima
mepercayainya
biarku berjalan tanpa ada kepura-puraan lagi
tak gontai tanpa ada arah tujuan
agar aku bisa selamat dari diriku ini....
Bandung, May 12, 2013, 3:32:57 AM
Sabtu, 05 Oktober 2013
Sampai Ke Alam Liar
sorak sorai pembeda mampir di sudut pikir
ekstraksi dari semangat supertramp
kemarin hari dan hari ini
yah...
visi untu bebas
lepas dari belenggu fisik
manipulasi ralitas
tanda tannya besar
dan anjir...pisan
merengkut semangat untuk sebuah kebebasan
absolut
lepas
tak mau bergantung
tak membodohi diri
"and right
who i was before
i cannot recall"
lepas bebas
menuju satu tempat
.......
into the wild
ekstraksi dari semangat supertramp
kemarin hari dan hari ini
yah...
visi untu bebas
lepas dari belenggu fisik
manipulasi ralitas
tanda tannya besar
dan anjir...pisan
merengkut semangat untuk sebuah kebebasan
absolut
lepas
tak mau bergantung
tak membodohi diri
"and right
who i was before
i cannot recall"
lepas bebas
menuju satu tempat
.......
into the wild
Sabtu Sore
sabtu sore dalam perspective ku
satu waktu yang terus ku tunggu
hingar seperti tahun baru
damai seperti hari fitri
masa yang hanya bisa diingat
entah kapan terjadi
tapi begitu dekat
begitu butuh untuk disentuh
kembali oleh ku
masa lalu kah
saat ini kah
atau bayang esok hari
yang ku tau
semenit yang begitu dekat
damai
dan aku ingin kan itu
satu waktu yang terus ku tunggu
hingar seperti tahun baru
damai seperti hari fitri
masa yang hanya bisa diingat
entah kapan terjadi
tapi begitu dekat
begitu butuh untuk disentuh
kembali oleh ku
masa lalu kah
saat ini kah
atau bayang esok hari
yang ku tau
semenit yang begitu dekat
damai
dan aku ingin kan itu
Mengapa aku
mengapa selalu diriku
lagi dan lagi
aku dibodohi oleh keadaan
mengapa selalu diriku
tak pernah diberi pilihan
pilihan ku hanya untuk nurut
pada keadaan
yang dihiasi oleh perasaan tak nyaman
ah sial
sial....
apakah aku terlalu baik
apakah aku terlalu naif
apakah aku terlalu bodoh
apakah aku terlalu kekanak-kanakkan
hingga aku terlihat hanya bisa bergantung kepada orang lain
tunduk dalam irama permainan
yang beratas namakan situasi
ah
mengapa aku terus....ya tuhan
mengapa sikapku seperti ini
megapa kau sudutkan aku dalam keadaan seperti ini
berulang dan berulang kali
aku juga makhlumu
aku juga hambamu
aku tak ingin seperti itu terus
ya tuhan....
lagi dan lagi
aku dibodohi oleh keadaan
mengapa selalu diriku
tak pernah diberi pilihan
pilihan ku hanya untuk nurut
pada keadaan
yang dihiasi oleh perasaan tak nyaman
ah sial
sial....
apakah aku terlalu baik
apakah aku terlalu naif
apakah aku terlalu bodoh
apakah aku terlalu kekanak-kanakkan
hingga aku terlihat hanya bisa bergantung kepada orang lain
tunduk dalam irama permainan
yang beratas namakan situasi
ah
mengapa aku terus....ya tuhan
mengapa sikapku seperti ini
megapa kau sudutkan aku dalam keadaan seperti ini
berulang dan berulang kali
aku juga makhlumu
aku juga hambamu
aku tak ingin seperti itu terus
ya tuhan....
Entah Siapa
aku seperti berjalan
diatas tapak tapak teriakan
beriak tertawa geli
memandang aku dengan kecemburuan pada
rasa bosan yang semakin membunuh
aku terbaring diatas perapian
membunuh sedikit demi sedikit
sistem saraf empati diri
aku menjadi debu kosmik
debur bodoh
si pemuja kelakar konyol
yang bernama hasrat
yah kami menari dalam tarian
suka payah
membungkam setiap mata yang mengawasi gerak kami
aku membuat sebuah mimpi
mimpi atas pembunuhan keinginan
tak terjawab
menjadikan jebakan pemburuan
setan
hahaha mereka tertawa
di sisi gelap otak ini
kata berjalan
dengan
kelakar jelas
terngiang
jari ini menari dengan bebas
entah siapa yang menggerakan
entah siapa yang mimicu
entah siapa
diatas tapak tapak teriakan
beriak tertawa geli
memandang aku dengan kecemburuan pada
rasa bosan yang semakin membunuh
aku terbaring diatas perapian
membunuh sedikit demi sedikit
sistem saraf empati diri
aku menjadi debu kosmik
debur bodoh
si pemuja kelakar konyol
yang bernama hasrat
yah kami menari dalam tarian
suka payah
membungkam setiap mata yang mengawasi gerak kami
aku membuat sebuah mimpi
mimpi atas pembunuhan keinginan
tak terjawab
menjadikan jebakan pemburuan
setan
hahaha mereka tertawa
di sisi gelap otak ini
kata berjalan
dengan
kelakar jelas
terngiang
jari ini menari dengan bebas
entah siapa yang menggerakan
entah siapa yang mimicu
entah siapa
Kamis, 22 Agustus 2013
Balada Pagi Hari
tik,tok,tik,tok
""""Kriiiiiiiinggggg""""
huuaaaaahhhh,huaaahhhh,,
kucek,,,kucek,,,kucekkk,,
'''huaaaaahhhhhh'''
ZZzzzzZZZZzzzzZZZzzzZZzz
dukkk,,dukkk,,,dukkk
dukk,,dukkk,ddukkk,,,
Sepppp,,sepppppppp
hudaaaaaangggg,,,,,
sholatt,,sholat,,,
kaburu beurang
euh,,euhhh,,
enyaa,,enya,,,
ieu asep hudang,,,,
ZZZZZZZZZZzzzzZZZZZzzz
euhhh,,,,euh,,,sare dui,,,
sepppp,,,hudanggg,,,
ehhh,,,hudang,,, buruuuu,,,
enyaa,enyaaa,,,
ieuu asep hudang,,,
pretakkk,,pretakkk
huaaaaa,huaaaa,,
........
jeppp
Rumah, 5/27/13
""""Kriiiiiiiinggggg""""
huuaaaaahhhh,huaaahhhh,,
kucek,,,kucek,,,kucekkk,,
'''huaaaaahhhhhh'''
ZZzzzzZZZZzzzzZZZzzzZZzz
dukkk,,dukkk,,,dukkk
dukk,,dukkk,ddukkk,,,
Sepppp,,sepppppppp
hudaaaaaangggg,,,,,
sholatt,,sholat,,,
kaburu beurang
euh,,euhhh,,
enyaa,,enya,,,
ieu asep hudang,,,,
ZZZZZZZZZZzzzzZZZZZzzz
euhhh,,,,euh,,,sare dui,,,
sepppp,,,hudanggg,,,
ehhh,,,hudang,,, buruuuu,,,
enyaa,enyaaa,,,
ieuu asep hudang,,,
pretakkk,,pretakkk
huaaaaa,huaaaa,,
........
jeppp
Rumah, 5/27/13
Selasa, 21 Mei 2013
Ini Aku
bukan terikan-teriak revolusioner
perubahan
anti pengekangan
idealis
freedom
yang menjadikan wujud sadar diriku
bukan juga ide -ide beraroma retro
melodi-melodi bertema inggris sana
arak
whisky
atau pun inti sari
tidak..
aku bukan dentuman hasrat
untuk show off
dalam hasrat drum
gitar
terikan
atau kata - kata semangat
cacian
atau cinta
yang tak jelas
inilah aku
inilah sadar ku
pikir daksa
yang hanya aku bisa mengerti
tanpa transkribsasi orang lain
tanpa ingin berubah jadi muka orang lain
Minggu, 19 Mei 2013
Carpe Diem
kau tak uash berjaln cepat kawan
berhentilah dan menepi
iringi mimpi
dengan doa setulus hati
sabar dalam gerakan
tentukan arah berjalan
ingatkan ini dalam hati
"Carpe Diem"
"Carpe Diem"
"Carpe Diem"
Size your day
raih semua inginmu
karena kita hidup hanya hari ini
esok tak pernah ada
masa depan hanya rencana
karena kita ada hanya pada hari ini
masih disini
dan ternyata dia masih disini
tak pernah pergi
tetap tersimpan baik dalam hati
walau jutaan usaha tuk pergi
pada akhirnya
dia tetap disini
terpendam terus menerus
terikat terus menerus
takdir
takdir
yah...
selau saja seperti demikian
entah menjadikan sebagai alasan
tau meraka berkata itu sebuah suratan
yah takdir...
jelaskan semua itu kepadaku
dengan setiap kata yang sanggup ku mengerti
jelaskanlah dengan jelas
agar ku bisa paham
agar ku bisa mengerti
agar AKU bisa menerima
mepercayainya
biarku berjalan tanpa ada kepura-puraan lagi
tak gontai tanpa ada arah tujuan
agar aku bisa selamat dari diriku ini....
C.I.N.T.A
cinta itu indah
katanya..
kata orang...
orang yang mana tapi aku tak tahu
aku tak pernah tau
namun
aku percaya cinta itu akan selalu indah
meski hanya setahun, sebulan, sehari
atau sedetik
akan tetap indah
kan selalu menjadi alasan
untuk orang mencarinya
mencari cinta
yah C.I.N.T.A
dia
aku menunggu segurat wajah
diujung takdir
perempuan tercantik yang akan
menjadi teman, sahabat, partner
dan pendamping serta ibu
dari anak - anakku kelak
dia akan cantik, baik,sederhana
dia akan kuat, dewasa, dan penuh cinta
dia
memang dia
wanita baik yang masih terlalu absurd untuk
terlintas di otak ku saat ini
tuhan,
ku titipkan dia padamu sekarang
sampai kau percaya bahwa aku mampu
lantas kau kembalikan lagi kepadaku
hingga kau jemput lagi dia atau aku
nanti...
kau cinta
sedikit aroma embun fajar
kau bawa dalam kelembutan
dingin utuh menyeleuruh
bungkam aku
dengan mulut
dengan setiap kata cinta
mutiara padang rembulan
hati yang tertakjub
mencair
meleburakan juataan kasih
lembut
begitu lembut
dalam tautan kasih tulus
ya..
itu kamu
bidadari yang bercitrakan
dewi malam, siang, petang dan pagi
tak kan terukur dalam rotasi waktu
ya..
kau itu sejuk embun
bukan dalam skala detik yang membawa kesejukan
dirimu ada tiap microsecond-nya
ku lebih dari indahnya malam
lebih dari kesegaran angin pagi
karena ku tau
dan ku teramat tau
bahwa kau
jauh melebihi kata cinta itu sendiri
sejuk angin di subuh hari sabtu pagi
aku selalu rindu dengan harumnya angin di gajar pagi
pada setiap hembusannya yang lembut
damai...dingin membangkitkan memoriku
akan sejumput masa lalu mungkin
atau sebuah gambaran imajinasi
ilusi tentang sebuah dunia
namun..
begitu dekat..
aku begitu akrab
yang membuatku begitu rindu
subuh hari di sabtu pagi
masa..waktu..periode..
itu..yah itu...memang itu
yang membuatku begitu rindu
entah itu imajinasi
entah itu sebuah memori
entah itu hanya sebuah mimpi
yang jelas
aku ingin merasakan
aku ingin mencicipi
dengan nyata
dalam realitas
apa yang selalu membuatku rindu
yah rindu
rindu teramat
sejuk angin di subuh hari sabtu pagi...
Senja
dalam sekala penggalian sejarah
dentum momentum membagi diri
perjalanan panjang menuju keabadian
helaan nafas tersenggal dipenghujung hari
tua..renta..senja..
terhilang...menggelepar tertekan semua memori
dosa...laku...masa muda
lelah yang tinggal tersisa
ketika semua semangat
tenaga masa muda pergi tanpa pamit
membating pintu waktu
tanpa kunci
tergembok takkan mungkin terbuka kembali
hilang sudah
lenyap sudah
yang tertinggal
refleksi...cerminan keriput
dan rambut putih disekujur tubuh
yah...
kita tua...
kita menjadi renta
kita akan bertemu akhir cerita hidup ini
yah..
sejarah kita akan usai....
sabtu pagi
dalam rima sajak tanpa suara
henung belukar tanda seru
iring beriring angin kelabu
dalam lembah tertinggi
aku raskan damai
damai yang bertiup sejuk
rasa indah sabtu pagi
yang tak terlukis
hanya rasa yang sulit tergambar
rindu itu
rasa ini
sulit terdeskripsikan
nyiur melambai
sepoi - sepoi - sepoi
ah...
aku ingin rasakan itu lagi...
Kamis, 11 April 2013
wajah si langit #1
Saya terkadang suka berpikir kalau langit itu punya banyak wajah. Punya seribu wajah lah atau versi pewayangnnya mah si tokoh "Dasamuka" tapi dalam sisi positifnya atau mungkin juga sebaliknya. Tapi yang pasti di pikiran saya mah langit itu punya wajah yang banyak. Nah mungkin dari pemikiran itu saya mulai coba - coba buat nge-abadiin raut wajah si langit itu...
nih foto dia kira-kira saya ambil sekitar tahun lalu..
kelak nanti
teruntuk sebuah nama yang disebut cinta
teruntuk sebuah rasa yang disebut kasih
teruntuk sebuah desir yang bernama sayang
dan teruntuk sebuah sakit yang bernama rindu
kenangan indah yang tak pernah terakam
cerita manis yang tak pernah tercipta
bayang indah yang hanya jadi imajinasi
tak terperankan
tak berubah menjadi wujud visual nyata
aku bahagia
mencintaimu dalam wujud asalku
merindukanmu dalam realitas
...
walau...
hanya memilikimu dalam imajinasi
...
dalam rasa
kutunggu kau dalam tikungan takdir nanti
dalam suatu momentum besar nanti
membuatmu bahagia manjadikan ku
imam dalam hidupmu
aku percaya itu...
Senin, 18 Maret 2013
aku berkata pada hidup
aku berkata pada hidup
pada arahnya yang tak pernah jelas
pada torehan tawa yang dibawanya
pada tangis cerita getirnya
pada setiap mimpi-mimpi manis yang dijanjikannya
pada perihnya kenyataan
pada bosannya kegamangan
pada lelahnya ketidak jelasan
dan pada sunyinya terasing sendirian
atas diri ini
atas aku ini
tanya..
aku terus bertanya
dan diam
tetap diam adalah jawabannya
diam
tak sepatah katapun
tak sedikit petunjukpun
seakan absurd
tergolek menajdi tubuh mati yang hidup
terus tak ber arah
aku seakan lelah bertanya
seakan bosen berpikir
semua ini akan berujung kemana
akankah berakhir
aku cuma tak benar benar mengerti
itu saja.................
kesepian
mungkin sudah puluhan tanya aku utarakan
jutaan rasa sendirian terus kurasakan
berkali - kali berungkali
leleh dan letih menjadi topik perbincangan diriku
dengan diriku sendiri
yang jelas aku benar - benar kesepian
benar - benar butuh teman
kekasih
sahabat
mungkin keduanya
aku sudah terlalu bosan dengandiam
terus berdiskusi dengan isi kepala sendiri
terus berdebat dengan hasrat sendiri
aku benar kesepian
aku kesepian
sepi
sendiri
kesepian
keberadaan tiada
perlukah terus bertanya
ketika seberkah jawaban pun tak pernah hadir
perlukah terus berlari
ketika tujuan tuk dicapai tak pernah ada
perlukah tuk terus sembunyi
ketika hidup ini telah jadi momok
apa yang perlu di khawatirkan
apa yang perlu dirisaukan
hidup ini kah?
perut ini kah?
atau kesenangan ini kah?
pernakah kau mendengar kawan sebuah nyayian
nyayian tentang ketidak beradaan
merubah bentuk yang nyata menjadi baur
menegaskan bahwa semua ini hanyalah konsep ketiadaan
hingga akhirnya akan kembali menjadi hilang
tak perlu risau kawan
tak perlu gundah dengan kenyataan itu
nikmatilah semua ini
perlahan dengan pasti
kita akan kembali ke alam
melebur bersama hening
menjeput sesuatu yang agung
lebih dari konsep
lebih dari ralitas
kita abadi di sana kawan
memori, harapan, cerita
Ekstasi terpendam
hidupkan sebah kenangan
sebuah fakum terpendam
gesekan waktu
tenggelam kedalam satu sudut
sisi terburuk dari otak
hidup kenangan itu
tak terjalin dengan baik
antara kenyataan
dan terus menjadi sebuah wujud khayalan
kau terus berlari
aku tertinggal ditepian kosong
kering ronta
berharap tuk segera diberi mati
sudut ronta ini
mengharap subah pengharapan
aku tak hadir dalam sisi pelik sebauh tanya
aku datang dalam hitam
nyata dan membunuh
aku terjebak dari sangkar realitas
berharap tuk mendapat
sebuah lampu penerang
guratan cinta kecil
tuk dijadikan kompas
buatku tuk berjalan
kembali........
Sabtu, 02 Februari 2013
survival mode
bagai dentuman sebuah keajaiban
belah pelangi tinggi di ufuk barat
hingga hilang terbang ke wan dibalik samudra
khatulistiwa
horizon penuh warana
jingga kelabu biru menghitam
aku terbangun dalam suasana dingin tinggi
membeku
mengeramkan setiap ujung jari tangan dan kaki
tapi aku bebas
lepas
berayak bersama udara dingin
kabut pekat tiap detiknya
aku bahagia
jalan licin tergelincir
berbatu
mandaki tebing curam terjal
keringat dan lelehan air hujan
menyatu dalam rasa asin yang sama
aku bebas
aku lepas
bukan bertahan hidup yang kurasakan
itu lah hidup
hidup yang sebenarnya
ketika ku terbangun pagi ini
tak kurasakan lagi dingin beku
yang kemarin
aku tau denyut kewajiaban harus kembali berdetak
survival mode mulai ku aktifkan kembali
bertahan hidup
dari rimbanya kenyataan
yang bhakan lebih kejam
dari tersesat d hutan belantara sendirian
.................
belah pelangi tinggi di ufuk barat
hingga hilang terbang ke wan dibalik samudra
khatulistiwa
horizon penuh warana
jingga kelabu biru menghitam
aku terbangun dalam suasana dingin tinggi
membeku
mengeramkan setiap ujung jari tangan dan kaki
tapi aku bebas
lepas
berayak bersama udara dingin
kabut pekat tiap detiknya
aku bahagia
jalan licin tergelincir
berbatu
mandaki tebing curam terjal
keringat dan lelehan air hujan
menyatu dalam rasa asin yang sama
aku bebas
aku lepas
bukan bertahan hidup yang kurasakan
itu lah hidup
hidup yang sebenarnya
ketika ku terbangun pagi ini
tak kurasakan lagi dingin beku
yang kemarin
aku tau denyut kewajiaban harus kembali berdetak
survival mode mulai ku aktifkan kembali
bertahan hidup
dari rimbanya kenyataan
yang bhakan lebih kejam
dari tersesat d hutan belantara sendirian
.................
kau masa SIAL
bekejaran dalam sendiri
hialng dalam kelam
bersama batas waktu
umur ini
pembunuh ini
menikam dalam kelam
hadir tua yang kejam
zaman dan keadaan yang bengis
aku teriris
meringis
peidh
perih
sakit
aku ingin pulang
pulang kemasa ku bahagia
pulang kemasaku
bocah lugu
tawa suka
dam senyum rangkulan keduanya
rumah kecil pecnuh cinta
bahagia
apa ini karana uang saja
indikator sebuah bahagia
dunia bedebah sialan
hidup ini pesakitan
tak pernah ada pilihan
mati menjadi beban atas dosa
hidup siksa dengan keadaan saja
aku lelah........
hialng dalam kelam
bersama batas waktu
umur ini
pembunuh ini
menikam dalam kelam
hadir tua yang kejam
zaman dan keadaan yang bengis
aku teriris
meringis
peidh
perih
sakit
aku ingin pulang
pulang kemasa ku bahagia
pulang kemasaku
bocah lugu
tawa suka
dam senyum rangkulan keduanya
rumah kecil pecnuh cinta
bahagia
apa ini karana uang saja
indikator sebuah bahagia
dunia bedebah sialan
hidup ini pesakitan
tak pernah ada pilihan
mati menjadi beban atas dosa
hidup siksa dengan keadaan saja
aku lelah........
Onani dengan alam
ku rangkul dalam jam karat
lapis onggokan urat nadir hitam legam
jalan tapak jajaki alam atas sisi
memori kosongkan ingin turut
larut dalam sejumbut pesan kosong
dalam dawai mentari pagi
setelah lalah bermasturbasi dengat penat harap
kembali hasrati ingini kembali ke alam
bersetubuh dengan tanah lekat becek berlumpur
berejakulasi seiring hembusan angin subuh tepi gunung
rasakan guyuran sperma hujan yang membuat addict
aku ingin itu lagi
hari ini
saat ini
lapis onggokan urat nadir hitam legam
jalan tapak jajaki alam atas sisi
memori kosongkan ingin turut
larut dalam sejumbut pesan kosong
dalam dawai mentari pagi
setelah lalah bermasturbasi dengat penat harap
kembali hasrati ingini kembali ke alam
bersetubuh dengan tanah lekat becek berlumpur
berejakulasi seiring hembusan angin subuh tepi gunung
rasakan guyuran sperma hujan yang membuat addict
aku ingin itu lagi
hari ini
saat ini
Apa yang salah
apa yag salah dengan ketidak teraturan
apa yang salah dengan ketidak jelasan
apa yang salah dengan kegamangan
dan apa yang salah dengan tanpa harapan
lingkaran rantai melilit
jutaan cinta mnghimpit
meringis
mengoyak
apa yang salah dengan kesendirian
hanya mengrimku
kedalam kamar kecil 2x3 meter
di pojok nuoron otakmu
apa yang salah dengan itu?
salah hanyalah ilusi
ketika sistem value tak tercipta
hanya nilai, norma, krama,
dan
pada dasarnya hidup ini adalah
sebuah jalan panjang...
berujung ketika api ini mulai padam...
apa yang salah dengan ketidak jelasan
apa yang salah dengan kegamangan
dan apa yang salah dengan tanpa harapan
lingkaran rantai melilit
jutaan cinta mnghimpit
meringis
mengoyak
apa yang salah dengan kesendirian
hanya mengrimku
kedalam kamar kecil 2x3 meter
di pojok nuoron otakmu
apa yang salah dengan itu?
salah hanyalah ilusi
ketika sistem value tak tercipta
hanya nilai, norma, krama,
dan
pada dasarnya hidup ini adalah
sebuah jalan panjang...
berujung ketika api ini mulai padam...
utuh
meretas jalan menuju keasingan
hati ini satu
lemah cinta tak berdetak
hilang nafas
gerak memucat
kau dan hilangku
aku dan nestafaku
apalah aku
aku sendiri
sepi jadi gontai
lemas menyeruak
beri aku sedikit pelukan
aku ingin menjadi utuh...
hati ini satu
lemah cinta tak berdetak
hilang nafas
gerak memucat
kau dan hilangku
aku dan nestafaku
apalah aku
aku sendiri
sepi jadi gontai
lemas menyeruak
beri aku sedikit pelukan
aku ingin menjadi utuh...
Ada apa dengan ku
ini tidak menyenangkan
beban kembali manjadi acuan
apa yang ada dalam kepala ini
semuanya terasa menjadi masalah
penat menggerogoti
titpan kuasa tak lagi terasa
ada apa dengan tubuh ini
ada apa dengan pikiran ini
seakan ingin pergi jauh
namun terpenjara dalam sangkar
dan akhirnya hanya diam
tak menghasilkan
adan aku tau akan berdampak kesulitan
kerugian akan menjumpai ku esok
aku tau dan aku masih tatp sama
ada apa dengan ku hari ini...
beban kembali manjadi acuan
apa yang ada dalam kepala ini
semuanya terasa menjadi masalah
penat menggerogoti
titpan kuasa tak lagi terasa
ada apa dengan tubuh ini
ada apa dengan pikiran ini
seakan ingin pergi jauh
namun terpenjara dalam sangkar
dan akhirnya hanya diam
tak menghasilkan
adan aku tau akan berdampak kesulitan
kerugian akan menjumpai ku esok
aku tau dan aku masih tatp sama
ada apa dengan ku hari ini...
Langganan:
Komentar (Atom)