it's about the journey of my perspective throught the time... people called it a notes but it was not...
Lihat, Baca, Nikmati, Muntahkan
Jumat, 05 Oktober 2012
Lelah
atas nama semua kegamangan diri
aku tunduk manut
semua makna yang aku cari
semua butiran mimpi yang terus kucoba gapai
angan yang menjadikannya harapan
aku lelelah menjalaninya
lelah dalm lingkaran hidup yang sama
atas semua beban dan kenyataan hidup
yang tak pernah menyenengkan
aku atau tuhan itu kuasa
aku sadar hidup karenanya
aku ingin mencari mu tuhan
terlepas dari rasa lelahku
menjalani takdirmu
aku ingin menyelami cintamu dengan jauh
larut kedasar samudera kasihmu
jauh pergi dari tempat ini
beranjak menghilang dari peradaban
tuk berasimilasi secara lebih dekat dengan nafas cintamu
lewat pegunungan yang menjulang
lewat tanah hijau lapang
lewat lautan terbentang
lewat kesendirian yang menenangkan
karena aku ingin lari dari lelah ini......
meditasi diri
sadar ketika semuanya terasa semakin menyempit
hadir dan kehilangan
hanyalah sebuah rasa
rasa pribadi yang timbul hanya dalam diri sendiri
bukan faktor luar
bukan sebab dari luar
hanya diri sendiri yang hakiki
apa yang membuatmu cemas
ketika semua muncul hanya dalam diri ini
cinta rasa asa bahagia
sedih rintih sakit merana sengsara
ada karena kehendakmu
keinginanmu dan rasa dalam dirimu
aku mengerti
semakin paham
bahwa kesendirian hanyalah sebuah alasan
untuk lari dari diri sendiri
bukan dari orang lain.......
Sebuah Titik
Belum juga berakhir
setelah lari menepi
langkah yang mengiringi
imaji tetap mimpi
dan serangkaian pertanyaan
secuil jawaban tak terucap
Hening, dan tak bergeming
sebuah titik bicara
puluhan rantai surga tertawa
takdir tuhan akan tetap berjalan
namun,
selalu saja mencari alasan
kita tetap sama....
bahkan sejak zaman adam dulu
mungkin
pembawaaan ini akan seperti ini
hingga akhir nanti......
rendam rendaman tanya
rendaman tanya peluk dasar enggan lepas
lapukan kepingan hati membelit pertalian
tiga perempat keadaan
dari batas mimpi separuh atas kesadaran
aku berharap terguncang
sedemikian sekali terguncang akan tanda tanya
yang baru hadir
yang lalu berusaha tuk dihilangkan
namun tak pernah musnah
ketiak malam rendam amarah
asaku ragu menggerutu
apakah benar
apakaqh bisa
apakah harus berakhir sama
aku butuh dia
itu saja....
Sabtu, 15 September 2012
Raja pandir tua
adalah raja pandir tua
berkelibat dalam diamnya
setelah sang purnama terbaring
sang buta dengan tongkat ditangan
meneggelamkan hasrat ingin sang raja dusta
hai kau penegndali angin
langkah seribu penuh arti
menutup diri dari pagi sepi
raja pandir tua dalam sabdanya
terkutuklah engkau purnama
mati lah engkau tata surya
leburlah engkau wahai kejora
tinggi diam kusut manggut nurut
apa dan menghilang sudah
dan kembali sang dusta terbaring
diam dalam peraduan lengan purnama
dalam kekal kutukan raja pandir tua
Kamis, 13 September 2012
Siapa ????
ku beranjak dari lelap ini
dan apa yang menjadi sebuah pertanyaan
segenap cerita menjadi tabu tuk terucap
hilang makna karena sebuah sebab
siapa diriku
siapa dirinya
hanya ilusi berkedok realitas yang jadi refleksi
semua semu
semua bisu
hanya helaan nafas kecil
dan menghilanglah sudah
kita ini debu
meraka itu pasir
dan hujan menghanyutkannya
terbawa arus jauh
hingga terbentur dinding tebal kerajaan neptunus
ahhh...
dan kita masih memakai topeng - topeng besi
hasil rekayasa kotak kecil bernama Televisi
dengan nyamannya membenturkan dengan hari
lantas....
siapa aku?
siapa kita?
Selasa, 07 Agustus 2012
Waktu adalah Pembunuh
rasakanlah ketika waktu membunuhmu
dia menggerogoti sistem saraf pusatmu
kesadaranmu
mental serta psikis yang membuatmu limbung
waktu yang bengis
membuaimu pada awal kau berpijak
dan tanpa sadar kau telah membuang kuota kesempatan
yang dia berikan
sang waktu yang bengis tertawa keras
ketika kau tertumpu pada sudut
mepet, terburu-buru, tergesa-gesa
hingga pada akhirnya kehabisan waktu
sakit akan terasa
pedih akan tercipta
dan kau akan masuk kedalam jurang kegagalan
kau tau kan artinya sebuah kegagalan
kekecewaan kesedihan dan penyesalan
berkolaborasi menjadi rasa sakit yang ampuh
untuk sekejap mata membenuhmu
hingga kau tak lagi tersisa kawan...
Kamis, 26 Juli 2012
History Company "MATI"
kau tahu teman sebuah kisah yang paling menarik dari suatu kumpulan
adalah kehancurannya
berawal dalam satu tujuan yang sama
meraih berarti tuk merangkul subah harapan yang sama
indah
teramat indah tuk dibayangkan
sebuah cerita panjang yang menarik kan terukir
dalam genggaman tangan
asta daksa menjadi satu utuh menyatu
namun
semua berlari dalam lingkaran berbeda
jiwa yang utuh berpencar berpendar
kedalam spektrum egoisme masing-masing
dan kemudian
kita menghilang kawan
kita terpisah kawan
kita tak lagi sejalan kawan
yang kutanyakan kemana kita yang dulu
tawa menjadi satu
bosan mangaduk dalam pergumulan satu
kini itu menjadi bisu
sejarah kosong kenangan yang takan kembali
dan....
akan kah ini sebuah akhir?????
Selasa, 15 Mei 2012
Gurat Waktu
beranjak dari satu segmentasi hidup
berkalang dengan waktu
terbaring diatas buayan zaman
lahir, hadir, besar kemudian mati
suatu siklus yang kan selalu sama
setiap jiwa, setiap manusia
berharap merangkul sesuatu yang baik
dalam gurat bait garis takdirnya
jalan panjang menuju sebuah pemaknaan
takdir itu mutlak
namun..
tangan-tangan urat pikir berbelati
mengendalikan hasrat nafsu itu
dan di akhir hanya ada dua pilihan
kemanakah kita akan pergi?
neraka yang berbunga
atau surga penuh tipu daya!
Jumat, 16 Maret 2012
balada hansip tua
seperti biasa,
seperti biasa,
layaknya hari berganti,
layaknya malam tenggelam,
hening bergati bingar,
bingar termakan isolasi hening,
deretan jarum jam,
detakan pacu waktu,
dan degupan ardenalin memacu jantung.
belum beranjak sedari kemarin
pria tua berseragam lusuh,
hijau yang tak nampak lagi di sebut warna
lecek dekil dan menghitam
abdikan diri untuk perut anak istri
bergulat dengan malam
penjarakan siang dengan kelam
ketika ku sapa dirinya
"kumaha kabarna mang jaka"
masih dalam kesantunan yang sama
ku jumpai sewaktu ku kecil dulu
30 tahun mengabdi menjadi hansip
tatap setia
walau tenaga tak lagi sama
termakan waktu
namun tak berganti nasib
seperti biasa,
layaknya hari berganti,
layaknya malam tenggelam,
hening bergati bingar,
bingar termakan isolasi hening,
deretan jarum jam,
detakan pacu waktu,
dan degupan ardenalin memacu jantung.
belum beranjak sedari kemarin
pria tua berseragam lusuh,
hijau yang tak nampak lagi di sebut warna
lecek dekil dan menghitam
abdikan diri untuk perut anak istri
bergulat dengan malam
penjarakan siang dengan kelam
ketika ku sapa dirinya
"kumaha kabarna mang jaka"
masih dalam kesantunan yang sama
ku jumpai sewaktu ku kecil dulu
30 tahun mengabdi menjadi hansip
tatap setia
walau tenaga tak lagi sama
termakan waktu
namun tak berganti nasib
belum tuntas
dan semu berjalan sebagimana mestinya
ketika seonggok rasa telah pergi
hilang diterbangkan kemarau yang lalu
masih lekat dalam ingatanku
kau berjarak dua kaki dari sisi
berselendang kabut tipis petang
melambai kearahku dengan tatapan sendu biru
wajah yang kurindukan sekian lama
sunyi tersimpan dam penantian
megharap tu merangkulku
agar tau kamana jalan pulang
semuanya terasa bersih
saat udara pagi mengganti imaji mimpi malam tadi
keu tatap aku semakin lekat,
tak lagi kujumpai suatu keraguan
gurat usia kita tak lagi muda
namun cinta tak bertanya umur
mengalir bagai antivetamin
mencandu dan berbuah dosa
kita berdua berbaring bertumpukan
harmonisasi detak jantung
terdengar beriring dalam peluk kita berdua
dan akhirnya ku temukan sebuah cerita....
ketika seonggok rasa telah pergi
hilang diterbangkan kemarau yang lalu
masih lekat dalam ingatanku
kau berjarak dua kaki dari sisi
berselendang kabut tipis petang
melambai kearahku dengan tatapan sendu biru
wajah yang kurindukan sekian lama
sunyi tersimpan dam penantian
megharap tu merangkulku
agar tau kamana jalan pulang
semuanya terasa bersih
saat udara pagi mengganti imaji mimpi malam tadi
keu tatap aku semakin lekat,
tak lagi kujumpai suatu keraguan
gurat usia kita tak lagi muda
namun cinta tak bertanya umur
mengalir bagai antivetamin
mencandu dan berbuah dosa
kita berdua berbaring bertumpukan
harmonisasi detak jantung
terdengar beriring dalam peluk kita berdua
dan akhirnya ku temukan sebuah cerita....
yakin
Dan kita masih berjalan,
melangkah bersama walaupun tak beriringan,
bergerak atas satu tujuan meski pelabuhannya berlainan,
aku yakin kitakan menyatu,
karna batasannya bukan ruang dan waktu,
satu pendirian yang kita pegang,
walau arah perbincangan tak berujung kesepakatan,
kau masih dalam keyakinan yang kau genggam,
sedang aku dalam imagi ku atas mu,
tak pernah tenggelam tak pernah padam,
semakin jauh kita berjalan,
semakin tua kita rasakan,
destinasi semakin jelas tergambarkan,
aku percaya dalam satu momentum sejarah nanti,
kita kan berjalan bersama,
dalam genggaman keyakinan yang sama,
berangkul tuk meraih hari esok...
melangkah bersama walaupun tak beriringan,
bergerak atas satu tujuan meski pelabuhannya berlainan,
aku yakin kitakan menyatu,
karna batasannya bukan ruang dan waktu,
satu pendirian yang kita pegang,
walau arah perbincangan tak berujung kesepakatan,
kau masih dalam keyakinan yang kau genggam,
sedang aku dalam imagi ku atas mu,
tak pernah tenggelam tak pernah padam,
semakin jauh kita berjalan,
semakin tua kita rasakan,
destinasi semakin jelas tergambarkan,
aku percaya dalam satu momentum sejarah nanti,
kita kan berjalan bersama,
dalam genggaman keyakinan yang sama,
berangkul tuk meraih hari esok...
Senin, 12 Maret 2012
10 Tanda Kamu Tidak Mencintai dan Menghargai Dirimu Sendiri
Banyak orang mempercayai bahwa mencintai diri sendiri adalah tindakan yang egois dan terlalu narsis. Faktanya adalah mencintai dirimu sendiri sama sekali bukanlah suatu tindakan yang egois. Jika kamu tidak menghargai diri sendiri bagaimana kamu bisa menghargai orang lain? Kamu mencintai orang tuamu, kekasihmu, dan teman-temanmu tetapi seberapa besar kamu mencintai dirimu sendiri? Kamu harus tahu bahwa mencintai dirimu sendiri akan memberimu suatu pemahaman bagaimana mencintai orang lain secara tulus. Kamu tentu bisa memahami kekurangan orang lain jika kamu bisa memahami kekuranganmu sendiri, kan?
Berikut 10 Tanda Kamu Tidak Mencintai dan Menghargai Dirimu Sendiri
1. Membiarkan orang lain memanfaatkanmu
Sadar atau tidak sadar, kebanyakan orang yang bersosialisasi dengan dirimu akan selalu menguji batas dirimu. Ketika kamu tidak memiliki batas yang jelas, mana yang bisa kamu terima dan mana yang tidak, memungkinkan orang lain memanfaatkanmu dengan menguras energi dan bisa jadi, kekayaanmu juga. Semakin sering kamu membiarkan itu terjadi, semakin parah kamu akan dimanfaatkan oleh orang lain. Bersikap tegaslah demi kebaikanmu sendiri.
2. Memberi lebih banyak daripada menerima
Kecuali kamu bekerja sosial atau bekerja di lembaga amal, terlalu banyak memberi dan menerima lebih sedikit dari yang sebenarnya pantas kamu dapatkan menandakan bahwa kamu kurang memiliki penghargaan terhadap diri sendiri. Keadaan ini sering terjadi ketika kamu ingin disukai dan diterima oleh orang lain sehingga kamu akan terus menerus memberi dengan harapan mendapatkan banyak pujian dan orang lain akan tertarik padamu. Lain halnya di dunia kerja, jika ini terjadi, maka itu berarti perusahaan tidak bisa menghargai dirimu.
3. Tidak memikirkan diri sendiri
Tidak memikirkan diri sendiri tampaknya adalah sikap yang tidak egois, lalu mengapa tidak memikirkan diri sendiri termasuk dalam daftar ini? Simpel saja, jika kamu sakit apakah kamu bisa membantu orang lain? Jika kamu tidak merawat dirimu sendiri apakah kamu bisa merawat orang lain dengan efektif? Ambillah contoh ketika kamu naik pesawat terbang, pramugari akan mengajarkan bahwa penumpang harus memakaikan masker oksigen pada dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memakaikan masker oksigen pada anaknya. Help yourself to help others.
4. Tidak memiliki rencana untuk masa depan
Ini benar-benar menyedihkan jika terjadi. Kamu bingung tentang masa depanmu dan hidupmu dipenuhi oleh kata-kata ”aku tidak tahu”. Ketika ada orang bertanya, Apa cita-citamu? Apa keinginan terbesarmu di masa depan? Kamu ingin bekerja di bidang apa? Jawabanmu adalah ”aku tidak tahu”. Pertama kamu harus mulai mengenal jati dirimu dengan baik, lalu kemudian bermimpi, berencana, bertindak, dan merayakan hasilnya.
5. Tidak menjelaskan terhadap orang lain tentang apa yang kamu inginkan dan butuhkan
Selain sering berkata ”aku tidak tahu” orang yang memiliki tanda ini juga sering berkata ”terserah kamu”. Mungkin kamu berpikir tidak ingin merepotkan orang lain atau tidak ingin menyakiti perasaan orang lain. Namun jika terus menerus kamu memendam keinginanmu, akan timbul rasa frustasi dan kesal dalam dirimu dan miskomunikasi dengan orang lain.
6. Membatasi dirimu
Membatasi disini maksudnya adalah kamu menghalangi dirimu sendiri untuk berkembang. Kamu sudah menilai dirimu tidak bisa melakukan suatu pekerjaan padahal kamu belum pernah benar-benar melakukannya atau kamu merasa kamu tidak pantas mendapatkan orang yang kamu cintai. Pemikiran seperti ini tidak akan membuatmu menjadi manusia yang lebih baik karena kamu tetap hidup dalam zona nyamanmu.
7. Menerima pengaruh yang buruk dari lingkunganmu
Lingkungan biasanya memiliki pengaruh yang besar pada perkembangan diri seseorang. Tetapi manusia yang bisa berpikir secara dewasa bisa membedakan mana pengaruh yang baik dan mana yang buruk. Menerima pengaruh yang buruk sama saja seperti tidak mencintai diri sendiri karena kamu melakukan suatu hal yang akan merugikan dirimu sendiri di masa mendatang.
8. Membiarkan orang lain mengatur hidupmu
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang merdeka. Mereka memiliki tubuh, jiwa, dan pikiran masing-masing. Sayangnya, banyak manusia hidup menjadi boneka yang dikendalikan oleh orang lain. Mereka selalu melakukan apa pun yang diperintahkan orang lain, baik atau buruk. Biasanya si pengatur adalah orang yang memiliki kedudukan tinggi atau bisa jadi, orang yang mereka cintai. Dasarnya adalah rasa takut. Takut kehilangan kedudukan atau orang yang mereka cintai. Jika kamu termasuk orang seperti ini, ketahuilah bahwa kamu adalah manusia modern, kamu tidak hidup di zaman ratusan tahun yang lalu, kamu berhak untuk mendapatkan kebebasan mengatur hidupmu sendiri.
9. Tidak berusaha memperbaiki kekuranganmu
Kamu mengetahui kekuranganmu tetapi kamu tidak berusaha untuk memperbaikinya. Kebiasaan dan tingkah laku yang buruk adalah sesuatu yang bisa kamu perbaiki ketika kamu sudah menyadarinya. Jangan selalu memakai alasan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Memang selalu akan ada kekurangan, tidak peduli seberapa keras kamu berusaha. Namun memang itulah tujuan manusia hidup, untuk terus belajar. Live from zero to hero and die still as a hero.
10. Membenci kekurangan dan mengabaikan kelebihan dirimu
Manusia yang selalu menghabiskan waktu untuk mengeluh dan komplain mengenai kekurangannya, akan gagal melihat kelebihan yang sebenarnya ada pada dirinya. Bayangkan saja apabila Stevie Wonder dan Andrea Bocelli yang buta, Nick Vujicic yang tidak memiliki tangan dan kaki, atau Stephen Hawking yang syaraf motoriknya tidak berfungsi dengan baik, terus menerus meratapi cacat tubuhnya, apa mereka bisa menjadi figur-figur yang sukses? Tuhan itu adil, Ia tidak akan menciptakan manusia yang tidak bisa melakukan apapun. Manusia pasti memiliki jalan kesuksesannya masing-masing. Sekarang semuanya tergantung dirimu sendiri, sudahkah kamu berhenti mengeluh dan mencoba mengembangkan kelebihanmu?
Itu adalah 10 tanda kamu tidak mencintai dirimu sendiri . Ingatlah bahwa kamu adalah sebuah lilin, kamu tidak akan bisa menerangi sekelilingmu apabila kamu sendiri tidak menyala dengan terang. Kamu harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.
Spoiler by kaskus.us
Berikut 10 Tanda Kamu Tidak Mencintai dan Menghargai Dirimu Sendiri
1. Membiarkan orang lain memanfaatkanmu
Sadar atau tidak sadar, kebanyakan orang yang bersosialisasi dengan dirimu akan selalu menguji batas dirimu. Ketika kamu tidak memiliki batas yang jelas, mana yang bisa kamu terima dan mana yang tidak, memungkinkan orang lain memanfaatkanmu dengan menguras energi dan bisa jadi, kekayaanmu juga. Semakin sering kamu membiarkan itu terjadi, semakin parah kamu akan dimanfaatkan oleh orang lain. Bersikap tegaslah demi kebaikanmu sendiri.
2. Memberi lebih banyak daripada menerima
Kecuali kamu bekerja sosial atau bekerja di lembaga amal, terlalu banyak memberi dan menerima lebih sedikit dari yang sebenarnya pantas kamu dapatkan menandakan bahwa kamu kurang memiliki penghargaan terhadap diri sendiri. Keadaan ini sering terjadi ketika kamu ingin disukai dan diterima oleh orang lain sehingga kamu akan terus menerus memberi dengan harapan mendapatkan banyak pujian dan orang lain akan tertarik padamu. Lain halnya di dunia kerja, jika ini terjadi, maka itu berarti perusahaan tidak bisa menghargai dirimu.
3. Tidak memikirkan diri sendiri
Tidak memikirkan diri sendiri tampaknya adalah sikap yang tidak egois, lalu mengapa tidak memikirkan diri sendiri termasuk dalam daftar ini? Simpel saja, jika kamu sakit apakah kamu bisa membantu orang lain? Jika kamu tidak merawat dirimu sendiri apakah kamu bisa merawat orang lain dengan efektif? Ambillah contoh ketika kamu naik pesawat terbang, pramugari akan mengajarkan bahwa penumpang harus memakaikan masker oksigen pada dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memakaikan masker oksigen pada anaknya. Help yourself to help others.
4. Tidak memiliki rencana untuk masa depan
Ini benar-benar menyedihkan jika terjadi. Kamu bingung tentang masa depanmu dan hidupmu dipenuhi oleh kata-kata ”aku tidak tahu”. Ketika ada orang bertanya, Apa cita-citamu? Apa keinginan terbesarmu di masa depan? Kamu ingin bekerja di bidang apa? Jawabanmu adalah ”aku tidak tahu”. Pertama kamu harus mulai mengenal jati dirimu dengan baik, lalu kemudian bermimpi, berencana, bertindak, dan merayakan hasilnya.
5. Tidak menjelaskan terhadap orang lain tentang apa yang kamu inginkan dan butuhkan
Selain sering berkata ”aku tidak tahu” orang yang memiliki tanda ini juga sering berkata ”terserah kamu”. Mungkin kamu berpikir tidak ingin merepotkan orang lain atau tidak ingin menyakiti perasaan orang lain. Namun jika terus menerus kamu memendam keinginanmu, akan timbul rasa frustasi dan kesal dalam dirimu dan miskomunikasi dengan orang lain.
6. Membatasi dirimu
Membatasi disini maksudnya adalah kamu menghalangi dirimu sendiri untuk berkembang. Kamu sudah menilai dirimu tidak bisa melakukan suatu pekerjaan padahal kamu belum pernah benar-benar melakukannya atau kamu merasa kamu tidak pantas mendapatkan orang yang kamu cintai. Pemikiran seperti ini tidak akan membuatmu menjadi manusia yang lebih baik karena kamu tetap hidup dalam zona nyamanmu.
7. Menerima pengaruh yang buruk dari lingkunganmu
Lingkungan biasanya memiliki pengaruh yang besar pada perkembangan diri seseorang. Tetapi manusia yang bisa berpikir secara dewasa bisa membedakan mana pengaruh yang baik dan mana yang buruk. Menerima pengaruh yang buruk sama saja seperti tidak mencintai diri sendiri karena kamu melakukan suatu hal yang akan merugikan dirimu sendiri di masa mendatang.
8. Membiarkan orang lain mengatur hidupmu
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang merdeka. Mereka memiliki tubuh, jiwa, dan pikiran masing-masing. Sayangnya, banyak manusia hidup menjadi boneka yang dikendalikan oleh orang lain. Mereka selalu melakukan apa pun yang diperintahkan orang lain, baik atau buruk. Biasanya si pengatur adalah orang yang memiliki kedudukan tinggi atau bisa jadi, orang yang mereka cintai. Dasarnya adalah rasa takut. Takut kehilangan kedudukan atau orang yang mereka cintai. Jika kamu termasuk orang seperti ini, ketahuilah bahwa kamu adalah manusia modern, kamu tidak hidup di zaman ratusan tahun yang lalu, kamu berhak untuk mendapatkan kebebasan mengatur hidupmu sendiri.
9. Tidak berusaha memperbaiki kekuranganmu
Kamu mengetahui kekuranganmu tetapi kamu tidak berusaha untuk memperbaikinya. Kebiasaan dan tingkah laku yang buruk adalah sesuatu yang bisa kamu perbaiki ketika kamu sudah menyadarinya. Jangan selalu memakai alasan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Memang selalu akan ada kekurangan, tidak peduli seberapa keras kamu berusaha. Namun memang itulah tujuan manusia hidup, untuk terus belajar. Live from zero to hero and die still as a hero.
10. Membenci kekurangan dan mengabaikan kelebihan dirimu
Manusia yang selalu menghabiskan waktu untuk mengeluh dan komplain mengenai kekurangannya, akan gagal melihat kelebihan yang sebenarnya ada pada dirinya. Bayangkan saja apabila Stevie Wonder dan Andrea Bocelli yang buta, Nick Vujicic yang tidak memiliki tangan dan kaki, atau Stephen Hawking yang syaraf motoriknya tidak berfungsi dengan baik, terus menerus meratapi cacat tubuhnya, apa mereka bisa menjadi figur-figur yang sukses? Tuhan itu adil, Ia tidak akan menciptakan manusia yang tidak bisa melakukan apapun. Manusia pasti memiliki jalan kesuksesannya masing-masing. Sekarang semuanya tergantung dirimu sendiri, sudahkah kamu berhenti mengeluh dan mencoba mengembangkan kelebihanmu?
Itu adalah 10 tanda kamu tidak mencintai dirimu sendiri . Ingatlah bahwa kamu adalah sebuah lilin, kamu tidak akan bisa menerangi sekelilingmu apabila kamu sendiri tidak menyala dengan terang. Kamu harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.
Spoiler by kaskus.us
Sabtu, 11 Februari 2012
Biasa yang berdosa
hari yang sama
atau mungkin hanya rasanya yang sama,
lalai lagi dan lagi
terjaga untuk subhuh
seakan tak takut dosa menunggu
maafakan aku tuhan
hambamu menjadi bisa yang berdosa
bahkan terus mengulanginya
setiap harinya
setiap waktunya
atau mungkin hanya rasanya yang sama,
lalai lagi dan lagi
terjaga untuk subhuh
seakan tak takut dosa menunggu
maafakan aku tuhan
hambamu menjadi bisa yang berdosa
bahkan terus mengulanginya
setiap harinya
setiap waktunya
Tuhan tidak bermain dadu
Russell Kelfer
Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna,
disebut lelaki atau perempuan khusus milik Dia.
Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Dia tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu didalam kandungan,
Anda benar-benar sesuai dengan gambaran yang ingin Dia ciptakan.
Orang-tua yang Anda miliki adalah Orang-tua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencanaNya
Dan mereka memiliki materaiNya.
Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Dia menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkanNya untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa denganNya.
Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkatNya.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Dia!
Tuhan tidak bermain dadu
- Albert Einstein
Anda ada bukan karena kebetulan. Kelahiran anda bukanlah suatu kesalahan atau kesialan, dan kehidupan anda bukanlah yg tidak diharapkan alam.
Orangtua anda mungkin tidak merencanakan keberadaan anda,
tetapi Tuhan telah merencanakannya.
Dia tidak terkejut sama sekali dengan kelahiran anda.
Sesungguhnya, Dia mengharapkannya.
Jauh sebelum anda ada dalam benak orangtua anda, anda sudah ada dipikiranNya.
Diambil dari Tread dari Kaskus.us
Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna,
disebut lelaki atau perempuan khusus milik Dia.
Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Dia tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu didalam kandungan,
Anda benar-benar sesuai dengan gambaran yang ingin Dia ciptakan.
Orang-tua yang Anda miliki adalah Orang-tua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencanaNya
Dan mereka memiliki materaiNya.
Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Dia menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkanNya untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa denganNya.
Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkatNya.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Dia!
Tuhan tidak bermain dadu
- Albert Einstein
Anda ada bukan karena kebetulan. Kelahiran anda bukanlah suatu kesalahan atau kesialan, dan kehidupan anda bukanlah yg tidak diharapkan alam.
Orangtua anda mungkin tidak merencanakan keberadaan anda,
tetapi Tuhan telah merencanakannya.
Dia tidak terkejut sama sekali dengan kelahiran anda.
Sesungguhnya, Dia mengharapkannya.
Jauh sebelum anda ada dalam benak orangtua anda, anda sudah ada dipikiranNya.
Diambil dari Tread dari Kaskus.us
Henyakan
sejenak dalam sudut 45 derajat agak luar dari kebiasaanku. kutemukan sebuah tanda tanya dari ikhtisar hidup yang kujalani selama ini. sepertinya jekpot dari semua klimaks dosa yang ku jalani. hebat teramat hebat ku temukan sedikit penyadaran bahwa aku semakin tua dan tak kunjung dewasa. ah sepertinya terlalu sama dan biasa ketika ku mandapatkan sebuah musibah atau tuhan mungkin sedikit menagih perhatianku untuknya. jelas dalam segmen yang satu ini niatan untuk berubah terus hadir, namun ketika bergumul kembali dalam kebiasaan hilang lenyap penyadaraan itu. apakah ini seperti mastiurbasi saja yang menggebu di awal dan melemas penuh penyesalan setelah melakukannya.. jelas terlalu naif dan teramat biasa. Sedikit melapas keegoisan dalam diri ini keinginana yang tak mudah tuk diwujudkan. masih butuh pemacu diri yang lebih kuat dari dosa mungkin agar aku benar-benar terhenyak dan menjadi dewasa. Yang kuharap itu bukan MEJA HIJAU atau BENDERA KUNING, aku ingin menjadi dewasa atas kedaran diri bukan semua itu... Tuhan dengar itu dan tunjukan jalanmu kepada ku....
Senin, 02 Januari 2012
Ordinary Menjadi Depresi
selalu sama dan membosankan,
arah hidupku tak pernah lari dari lingkaran jenuh yang biasa,
terbangun di pagi hari sampai terbenam kembali di malam hari,
apa yang ku hasilkan??
hanya gelontoran waktu yang menguap merenggas umur,
tak berguna dan menjadi sia-sia,
aku ingin memacu diri,
bergabung dengan mimpi berselimut imaji,
mencoba menapaki pola pikir mereka,
namun...
akhir-akhirnya ku terdampar lagi dalam ruang sempit “common” biasa,
hanya pengalihan saja yang kurasakan,
setelahnya hilang membuih seperti awan,
adakah yang salah dengan hidupku ini,
puluhan milyaran triliyunan pertanyaan tentang aku tak pernah terjawabkan,
aku ingin menjadi mereka,
namun tak bisa,
aku tak mau menjadi mereka,
yang ku ingin hanya lepas dari sirkulir hidup yang biasa,
menjadi berbeda dan menemui sebuah tujuan adalah inginku,
ah....aku lelah,
lelah selelah-lelahnya....
arah hidupku tak pernah lari dari lingkaran jenuh yang biasa,
terbangun di pagi hari sampai terbenam kembali di malam hari,
apa yang ku hasilkan??
hanya gelontoran waktu yang menguap merenggas umur,
tak berguna dan menjadi sia-sia,
aku ingin memacu diri,
bergabung dengan mimpi berselimut imaji,
mencoba menapaki pola pikir mereka,
namun...
akhir-akhirnya ku terdampar lagi dalam ruang sempit “common” biasa,
hanya pengalihan saja yang kurasakan,
setelahnya hilang membuih seperti awan,
adakah yang salah dengan hidupku ini,
puluhan milyaran triliyunan pertanyaan tentang aku tak pernah terjawabkan,
aku ingin menjadi mereka,
namun tak bisa,
aku tak mau menjadi mereka,
yang ku ingin hanya lepas dari sirkulir hidup yang biasa,
menjadi berbeda dan menemui sebuah tujuan adalah inginku,
ah....aku lelah,
lelah selelah-lelahnya....
To You Dad
to you dad,
cover my eyes from my lost,
is so horrible for me,
you getting old day to day,
coz i do love you always,
could i stand be independently,
its too fregile,,
its so silly to realize,
that me still young and fool,
coz i know dad,
live is never be so easy to run,
hai dad,,
thanks to never ask me to be everything you want,
coz i’m glad to be everything you hope...
Langganan:
Komentar (Atom)