kata dalam pelukan tuhan
hujan desember ini kembali
dalam perih luka bernanah
aku tersendu
jika semu abu menghilang
dan bayang esok hari pudar sudah
aku tertawa
kau berseri
dalam jejaknya hitam pagi
selamnya mengeras
membatu dalam kabut ungu
rasa asam pedas membalut mulut
sejenak dan membunuh sudah
hai
hai
hai
ku panggil si pemberi perintah
pendikte setiap ucapanku
yah dia yang bermain
aku yang menjadi pion
cukup demikian
Banudng, December 27, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar