carik carik
puisi hitam legam
dari kisah enggan terucap
terkubur terbenamkan
lambat laun mulai terlupakaan
hilang lambat oleh gerusan waktu
lihat si tua menari
dibalik rakit penuh duri
dia menjadi gila oleh waktu
dan keadaan menyedihkan
geraknya semakin lincah
dan kakinya terbenam lumpur
hujan menghujam tubuhnya
sarat ingkar dengan janji
dari tuhan
dia mulai tak lagi percaya
dia membisu oleh takdir
bisu bisu bisu
dijadikan bisu oleh waktu
mati mati mati
dia mati oleh keadaan diri
hingga dia berkata pada akhirnya
"aku adalah kau yang akan datang"
bandung October 31, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar