Lihat, Baca, Nikmati, Muntahkan

Selasa, 10 Juni 2014

Puisi Hitam Legam

carik carik
puisi hitam legam
dari kisah enggan terucap

terkubur terbenamkan
lambat laun mulai terlupakaan
hilang lambat oleh gerusan waktu

lihat si tua menari
dibalik rakit penuh duri
dia menjadi gila oleh waktu
dan keadaan menyedihkan

geraknya semakin lincah
dan kakinya terbenam lumpur
hujan menghujam tubuhnya
sarat ingkar dengan janji
dari tuhan

dia mulai tak lagi percaya
dia membisu oleh takdir
bisu bisu bisu
dijadikan bisu oleh waktu

mati mati mati
dia mati oleh keadaan diri
hingga dia berkata pada akhirnya
"aku adalah kau yang akan datang"


‎bandung October ‎31, ‎2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar